“That’s life. A beautiful struggle.”
Apa itu identitas?
Apa arti identitas?
Tanyakan itu pada Barry yang baru saja memulai masa kuliahnya di New York. Ia menghabiskan masa kecilnya di Jakarta dan Honolulu dengan ayah yang berasal dari Kenya dan ibu dari Kansas. Pengalaman gado-gado di satu titik dalam hidupnya membuat hidupnya terasa lebih sulit.
Banyak dari kita yang seperti Barry. Orangtua berasal dari kota A dan kita dibesarkan di kota B lantas bertualang ke kota C. Identitas pada akhirnya menjadi kata yang ambigu. Apa itu identitas? Apa artinya identitas?
Identitas mungkin cara untuk mengkotak-kotakkan manusia satu dengan lainnya. Juga mungkin sebuah cara untuk mempermudah identifikasi. Di dunia dimana jarak tak lagi bermakna, mengapa identitas kadang masih bisa menjadi masalah besar?
Suku, agama, warna kulit tidak seutuhnya membentuk diri kita. Ia hanyalah sekeping puzzle yang merekatkan satu bagian dengan bagian yang lain dari diri kita dan seharusnya memanusiakan kita. Identitas tak seharusnya membuat kita berjarak sebagai sesama manusia.
Barry menelusuri New York dan terus gelisah dengan jati dirinya. Hingga kelak ia bertemu dengan pasangan berbeda ras, suami berkulit hitam dan istrinya berkulit kuning. Ketika ditanya darimana ia berasal, Barry gelagapan dan tak yakin menjawab. Namun pria di hadapannya dengan yakin, “kamu tahu apa yang terjadi dengan dirimu? Itulah yang

![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](https://www.resensi.my.id//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)




LEAVE A REPLY