Home SERIAL Betapa Mudahnya Kita Menghakimi

Betapa Mudahnya Kita Menghakimi

Serial Defending Jacob [2020] - Tayang di Apple TV

3
0
SHARE
Betapa Mudahnya Kita Menghakimi

Kita hidup di zaman hoax dipercaya sebagai kebenaran. Ramalan Menteri Propaganda era Hitler, Joseph Goebbels, akhirnya terbukti. "Kebohongan yang diulang-ulang akan terasa sebagai kebenaran" pada akhirnya menemukan "kebenarannya" di saat ini.

Saya tidak sedang bicara soal hoax terkait politik atau isu-isu global. Saya bicara soal hoax yang terjadi di lingkungan terdekat kita: keluarga dan sekolah.

Jacob adalah produk masa kini yang mungkin juga begitu mudahnya percaya pada segala apa yang tersaji di internet. Tapi bagaimana jika teman dekatnya sendiri menyebarkan berita bohong soal dirinya yang membunuh Ben Rifkin? Apakah semua teman-temannya juga akan berlaku seperti Jacob yang bisa percaya begitu saja? Tak peduli sedekat apapun hubungan mereka?

Defending Jacob menganggu hati nurani kita karena kita ditampar dengan kenyataan betapa mudahnya kita menghakimi seseorang. Tiba-tiba Jacob menjadi tersangka pelaku pembunuhan keji dari teman kelasnya sendiri. Tiba-tiba kesan kita tentang Jacob yang pendiam musnah sudah tergantikan oleh imajinasi berlebihan bahwa Jacob yang punya kesukaan pada hal-hal vulgar di internet bisa seketika menjadi pembunuh?

Andy dan Laurie, orangtua Jacob, terguncang. Badai selalu menyapu bersih segala hal termasuk persahabatan yang kita pikir nyata adanya. Tapi mungkin persahabatan itu hanya ilusi. Yang paling berat menahan beban mungkin sosok sang ibu. Di satu sisi, ia tahu bahwa anaknya tak bersalah. Tapi ada suara lain yang mendatangi dirinya dan meyakinkan bahwa mungkin saja anaknya memang pembunuh.

Defending Jacob menampakkan wajah manusia paling kelam tentang betapa mudahnya kita menghakimi seseorang. Tak peduli seberapa dekat pun kita, ketika tuduhan melayang, tak ada lagi praduga tak bersalah. Masyarakat langsung menghakimi dan menganggap kita salah.

Apa yang salah dengan masyarakat kita sekarang?
Apa yang salah dengan hati nurani masyarakat kita sekarang?

Video Terkait: