Mari kita ingat-ingat kembali kapan kita jatuh cinta terakhir kali. Ketika merasakannya, bumi serasa berputar lebih cepat dari biasanya. Dan dunia bisa jadi terasa lebih indah dari biasanya.
Diantara kita pasti ada yang seperti Vahid. Putus harapan karena tak kunjung jatuh cinta, hingga di kesempatan tak terduga ia bertemu dengannya dan rela menukar apapun, bahkan karir, demi terus bisa melihatnya.
Diantara kita juga pasti ada yang seperti Mina. Hobi menggombali para cowok via telpon namun tak pernah punya nyali memperlihatkan kondisi fisiknya yang sebenarnya.
Diantara kita juga pasti ada yang seperti Hersham. Ia tahu punya preferensi seksual yang berbeda namun di negara seperti Iran, ia harus pandai menyembunyikan hasratnya.
Dalam Tehran: City of Love, kita bertemu tiga sosok yang bergelut diantara cinta dan rasa sepi di tengah kota yang hiruk pikuk. Entahlah, ketika semakin banyak manusia menyelimuti bumi, rasa sepi juga semakin banyak menjangkiti mereka. Tapi selalu ada harapan di tengah perjalanan yang perlu untuk dikejar. Kita tahu bahwa ketika kita membiarkan diri kita untuk jatuh cinta, kita juga mesti selalu siap untuk patah hati bukan?
Siapa kita di antara mereka bertiga?
Vahid, Mina atau Hersham?

![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](https://www.resensi.my.id//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)




LEAVE A REPLY